Banjir Semarang, KKSS Jawa Tengah Turun ke Lokasi Menyalurkan Bantuan Sosial

0
533
Pengurus KKSS Jawa Tengah di tengah korban banjir yang melanda wilayah Boom Lama, Semarang Utara. KKSS Jateng menyalurkan bansos kepada warga terdampak.

PINISI.co.id- Banjir yang merendam sebagian wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah, dilaporkan masih menggenang hingga Minggu (7/2/2021) siang. Disebutkan bahwa banjir terjadi karena dipicu oleh curah hujan yang ekstrem yakni 171 milimeter mengguyur sejak Kamis lalu. Ketinggian banjir bervariasi 10-150 sentimeter hingga 1 meter.

Sedikitnya 42 wilayah di Kota Semarang yang masih terendam banjir hingga kemarin.

Terkait banjir, Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS Jateng) dengan sigap menyalurkan bantuan sosial kepada warga KKSS dan warga lainnya yang terdampak korban banjir khususnya di wilayah Boom Lama, Kelurahan Kuningan, Semarang Utara.

- Advertisement -

Menurut laporan warga KKSS bahwa hujan deras masih mengguyur pada Minggu sehingga air masih melimpas di wilayah ini. Terlebih lagi, di pesisir utara air laut sedang pasang hingga 1,4 meter.

“Warga KKSS banyak yang menerap di daerah pesisir Boom Lama, dan kami telah mendistribusikan makanan siap santap dan cemilan lainnya,” kata Lenny, pengurus KKSS yang turun memberikan bala bantuan.

Maklum, di kawasan utara Semarang tidak sedikit warga KKSS yang bekerja di sektor kepelabuhanan dan perikanan yang menjadi korban banjir.

Ketua KKSS Jateng Musdalifah Pangka menuturkan, sejumlah pengurus KKSS Jateng  langsung turun ke lokasi banjir memberikan bantuan sosial berupa sembako dan makanan instan selain membuka layanan dapur umum.

“Minggu kemarin kami juga telah memasok air bersih dan Senin ini (8/2/21) kami genapkan dengan 20 tanki air bersih. Warga korban banjir sangat membutuhkan air bersih untuk mandi dan minum,” ujar Musdalifah kepada PINISI.co.id.

Sebelumnya, ahli hidrologi UGM Pramono Hadi menyebutkan banjir di Semarang memang tak bisa dihindari karena penurunan muka tanah. “Semarang sudah darurat banjir karena land subsidence,” kata Pranomo, sebagaimana diberitakan Kompas.com, Sabtu (6/2/2021). [Lip]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here