Balingka, Kampung Bersejarah dan Indah

0
292

PINISI.co.id–Kampung kecil ini bernama Balingka. Dijuluki Sweetzland van Sumatera karena pemandangannya yang indah. Terletak di pinggang Gunung Singgalang, dia seperti tegak menjulang di depan kita bila kita hadir di kampung yang berjarak 11 km dari Bukittinggi.

Jika kita menuju Maninjau—yang terdapat Danau Maninjau yang terkenal itu—menuju Balingka, sepanjang jalan kita dapat menghirup udara segar dan sejuk. Mata kita akan menyapu kampung-kampung kecil dengan pemandangan sawah-sawah yang hijau menghampar dan dan  berombak-ombak nan indah.

Di antara kampung-kampung itu juga menjadi saksi sejarah.  Kota Gadang, salah satu kampung yang dilewati adalah desa yang melahirkan banyak intelektual dan orang terdidik, salah satunya H. Agus Salim, the grand old man, diplomat ulung yang menguasai banyak bahasa asing.

Balingka memang saat ini diharapkan menjadi daerah yang diminati wisatawan. Minimal wisatawan lokal dan para perantau untuk tertarik menengok kampung halamannya pada hari-hari tertentu. Udara dan alamnya yang sejuk baik Balingka maupun desa-desa seputarnya diharapkan menjadi pemikat para turis untuk datang. Kini, ada beberapa lokasi yang dibenahi oleh warga secara swadaya untuk memikat para turis, di antaranya Bukik Gambuang yang terletak Jorong Subarang. Dari puncak bukit ini bisa melihat pemandangan seputar wilayah tersebut dengan jelas dan menarik.

Balingka bukan saja dikenal karena udaranya yang sejuk, tapi juga beberapa tokoh terkemuka lahir dari kampung di pinggang gunung ini. Buya Datuk Palimo Kayo (Buya HMD), ulama yang pernah jadi Ketua MUI Sumatera Barat dan pernah jadi Duta Besar Indonesia untuk Irak tahun 50-an juga berasal dari Balingka. Ayahnya H. Daud Rasyidi, adalah ulama pembaharu seangkatan dan sejawat H. Abdul Karim Amrullah (H Haka)  ayah Hamka. 

Tokoh  lain yang reputasinya juga menasional adalah Prof.Dr.Muchtar Yahya, lulusan Al-Azhar Mesir, termasuk salah seorang pendiri PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri ) Yogyakarta, yang menjadi cikal bakal IAIN dan UIN sekarang. Muchtar Yahya menjadi guru besar ilmu tafsir pertama di Indonesia, lama bermukim di Jogja dan menjadi dosen IAIN Kalijaga dan banyak perguruan tinggi di Jogja. Beliau adalah putera kampung Balingka, dan meninggal di kota pendidikan ini.

Tokoh lain yang juga seorang pahlawan berasal dari Balingka adalah Muchtar Lutfi, aktifis partai radikal Permi di masa penjahan Belanda. Ia tewas tertembak di Makassar. Namanya diabadikan menjadi nama jalan di Makassar, yaitu Jalan Muchtar Lutfi dekat Masjid Al-Markaz Al Islami.  

Sedangkan tokoh kontemporer sekarang ini yang berasal dari Balingka adalah Karni Ilyas, mantan wartawan Tempo dan mantan Pemred Majalah Forum Keadilan. Kini Karni Ilyas menjadi Pemred TV One dan Presenter Talk Show popular Indonesia Lawyer Club (ILC) yang tayang tiap selasa malam. Tiap tahun Karni rutin pulang kampung ke Balingka dan mensponsori acara hiburan rakyat.    

Wartawan lain berasal dari Balingka yang juga dikenal sebagai koreografer adalah Nazif Basir (suami penyanyi Minang terkenal Elly Kasim). Nazif Basir adalah salah seorang pendiri koran Singgalang, penulis cerbung yang digemari pembaca, dan juga pernah terlibat dalam pertunjukan seni budaya tingkat nasional dan internasional. Nazif Basir alumnus pertama ASRI Jogya tahun 50-an.

Semoga semua warisan dan jejak sejarah Balingka ini menjadi inspirasi kemajuan di masa yang akan datang! [Arfendi]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here