Ary Ginanjar Tekankan Pentingnya Pondasi di Organisasi Kepemudaan

0
893
- Advertisement -

PINISI.co.id- Di saat menghadiri  Pleno I dan Rapat Koordinasi MPN Pemuda Pancasila di Depok, Jumat (2/4/31), tokoh motivator nasional Indonesia Ary Ginanjar Agustian menekankan pentingnya pondasi pada organisai kepemudaan. 

Layaknya Pancasila yang kuat untuk menyatukan Indonesia. Adalah betul Pancasila yang ditanam oleh para pejuang masa lalu hanya bertahan hingga di era setelah Orba diganti oleh masa reformasi.

Pada era ini telah terjadi gempa yang menggoyahkan berbagai pondasi yang telah ditanam seperti amandemen UUD 1945 hingga Pancasila terancam untuk digoyang dari gempa yang berasal dari  kekuatan manusia.

Saat kejadian pada tahun 1923 ada gempa yang sangat hebat di Jepang sebagaimana yang diungkap oleh Bang Ginanjar disaat hadir berbicara yang mengaitkan akar dan pondasi sebagai penguat sesuatu yang berdiri.

 Semisal pondasi negara dan bangunan. Bang Ari bercerita tentang aksi gempa alam yang terjadi di negeri Sakura kala itu.

- Advertisement -

Menurut motivator spritual itu, kenapa saat itu,  semua gedung-gedung itu runtuh, kecuali cuma satu gedung saja, imperial palace hotel.

Setelah dicari tau,  akhirnya ahli menemukan bahwa hebatnya pondasi yang menahan bangunan itu, sehingga tetap berdiri dan kokoh,” kata Ary.

lebih lanjut Ary mengurai kehebatan pondasi itu, yang membandingkan antara bangunan dan pohon bambu yang bertahan berdiri karena akarnya sebagai konstruksi dan pondasi yang lebih awal terbentuk sehingga saat tumbuh tidak akan mudah roboh saat kejadian alam seperti gempa bahkan hingga terjadinya tsunami.

Wakil Ketua Dewan Pakar MPN Pemuda Pancasila itu juga mengungkit akar pohon bambu yang kuat. Pohon bambu akan tumbuh jika akarnya sudah kuat.

“Artinya akar itu adalah pondasi dari organisasi. Jangan sampai nanti tahun 2024 jumlahnya (Anggota PP) 10 juta atau mungkin 20 juta, tapi kita kehilangan akarnya,” kata Ary.

Pancasila dan UUD 1945 apabila diriset dari awal ditanamnya sejak itu, dan tumbuh sebagai bangunan pondasi bagi  pilar bangsa Indonesia yang  sangat mengakar dan sudah pasti tidak akan mudah goyang menghadapi masa-masa yang akan datang. 

Tetapi lain cerita bahwa pondasi negara ini hanya bisa bertahan selepas masa Orba dan kemudian pamit di pangkuan ibu Pertiwi untuk  memasuki masa reformasi.

Saat reformasi  terjadi gempa amandemen yang menggoyahkan pondasi negara bangsa Indonesia hingga merambah  menggoyahkan akarnya sehingga Pilar Bangsa Indonesia terancam goyah karena kuatnya power gempa yang bersumber dari unsur manusia.

Gempa alam bisa diatasi sebagaimana yang disampaikan Ari, tetapi gempa yang terjadi karena power manusia akan bisa melumpuhkan pilar bangsa NKRI yang telah ditanam oleh para pejuang.

Meskipun nasehat Ari mengingatkan bahwa “Kita punya pesawat terbang, punya meriam, punya industri, tapi jangan lupa Pancasila sebagai dasar negara.”

Nasehat tersebut sangat bermakna apabila manusia ingin memperkuat pilar bangsa, tanpa berikhtiar ingin meng- ambrukkan pondasi bangsa Indonesia.

Ari menjelaskan kalau suasana ini sampai ke seluruh pemuda, 10 juta Insyaallah akan gabung (Pemuda Pancasila), maka potensi menjadi akar penguat Pancasila , namun apabila terjadi gempa di tangan manusia di era ini , maka Pancasila pasti ambruk. 

Pemuda Pancasila yang sejak awal sebagai pilar yang membendung pondasi agar jangan sampai ambruk menuju penguatan Partai Patriot. (Murham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here