Andi Jamaro Dulung: Jadikan Masjid sebagai Pusat Komando Lapangan Penanganan Covid

0
629

PINISI.co.id- Masih tingginya kasus positif Covid-19 di Indonesia mendorong pemerintah memutuskan memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat hingga 2 Agustus 2021. Hal ini diumumkan Presiden Jokowi melalui saluran Youtube Sekretariat Presiden, Minggu malam.

Penanganan pandemi yang tak mampu menekan laju penularan virus ditanggapi Ketua PBNU 1999 – 2009 Dr. H. Andi Jamaro Dulung (AJD) yang menyarankan pemanfaatan masjid yang terbuka selama 24 jam.

Sekiranya Allah menakdirkan AJD menjadi Presiden, hari ini juga dia menginstruksikan Menteri Agama Republik Indonesia. Mulai nanti malam pukul 00.00 membuka semua tempat ibadah 24 jam difungsikan sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kendali lapangan penanganan bencana covid.

Secara teknis AJD menunggu laporannya 2×24 jam dan agar instruksi ini dilaksanakan.

Calon Presiden RI 2024 yang juga wakil Ketua Dewan Penasehat KKSS ini menyatakan posisi masjid yang strategis di tengah warga sangat efektif dijadikan sebagai pusat komando lapangan penanganan Covid-19.

“Masjid ampuh dalam mensyiarkan terkait kebijakan pemerintah dalam menghadapi Covid. Ia dapat juga membagi infomasi protokol kesehatan hingga mendeteksi dini warga yang bergejala,” jelas AJD dalam keterangan tertulisnya yang diterima PINISI.co.id Senin (26/7).

Surat yang dilayangkan juga kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Agama dan Ketua MUI ini, menekankan pada peranan masjid sebagai komunikator dengan tenaga medis dan gugus, pelayanan terhadap warga yang melakukan isolasi mandiri, pencegahan pelanggaran terhadap protokol kesehatan.

“ASN TNI POLRI dilatih dan diwajibkan piket bergilir selama 24 jam pada ring ring yang telah ditetapkan, distribusi obat dan bantuan dulakukan oleh petugas piket dan simpul kordinasi petugas tetkait di garda terdepan.

AJD beralasan mengingat masjid adalah solusi bukan sumber bencana. Data kementerian agama menyebutkan rumah ibadah untuk seluruh agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konhucu) mencapai angka lebih satu juta. Termasuk masjid dan musholla 820.000 buah.

Dalam hitungan AJD, rasio rumah ibadah adalah 1 juta berbanding 270 juta penduduk setara 1 : 270 sehingga rentang kendali yang sangat pendek.

“Kita contohkan masjid saja sebagai rumah ibadah terbanyak. Masjid punya MCK, punya ruangan, parkir, listrik dan alat pengeras suara, punya takmir, pengurus terampil, amanah, berwibawa dan dipatuhi oleh jamaah.

AJD meyakini dengan memanfaatkan masjid sebagai salah satu simpul penting dalam mengatasi sebaran makhluk mungil yang mematikan ini. (Lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here