Andi Amrin Pettarani, Melabuhkan Jangkar Impian

0
501
- Advertisement -

PINISI.co.id- Selain memiliki jiwa pemberani karena jujur, apa adanya, terbuka dan disiplin, ia juga memiliki jiwa welas asih yang sangat tinggi. Suka membantu orang lain, tanpa tedeng aling-aling. Dalam berbagai persoalan apapun terkait prinsip, pendapat dan nilai-nilai kebenaran, sedikitpun pantang surut kebelakang.

Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai. Rangkaian pilihan-pilihan Andi Amrin Pettarani di masa lalu, membawa hingga ke titik ini. Dipercaya untuk menjadi juru tempa para calon pejuang-pejuang maritim.

Semula, penulis mendarat dengan Lion Air di Bandara Sangia Nibandera Kolaka dari Makassar, Sabtu 3 September 2022, Andi Amrin Pettarani (Dr.H.Andi Amrin Pettarani, S.E.M.M.) menjemput penulis dengan Alvard DD 1 DIR dan satu unit mobil pengawal dari PM Kolaka. Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri belantara hutan kecil di sepanjang jalan lalu lintas lancar, selain karena dikawal dengan PM juga ruas jalannya kendatipun sempil dan acapkali berliku, namun lancar.

Di sepanjang perjalanan, penulis berada di depan sebelah kiri supir dan Andi Amrin Pettarani bersama istri berada di jok kursi kedua. Penulis tiba-tiba berimajinasi menghubungkan cerita perih masa-masa kecil Amrin yang begitu sulit, di dera dengan kemiskinan, sembari mengutip sebuah Ayat Suci Al-Quran, di Surah Asy-Syarh, Ayat 6 yang menegaskan ”Setiap kesulitan, pasti ada kemudahan”. Betapa perihnya tatkala masih kecil Amrin yang menetap di Konaweha melakukan perjalanan dari rumahnya ke sekolah dengan berjalan kaki kurang lebih tujuh kilometer bolak balik.

Belum lagi, Amrin acapkali naik sepeda dari rumahnya di Konaweha menuju Kolaka yang jarak tempuhnya sekitar 30 kilometer. Amrin yang sejak kecil dikenal seorang berjiwa pemberani dan suka membela teman-temannya. Ia selalu tampil memimpin teman-temannya. Itulah kesan yang pertama melintas saat kenal dengan beliau. Berani karena jujur, itu prinsipnya. Tampil apa adanya, terbuka dan sangat disiplin. Dari cerita banyak orang, ia memiliki jiwa welas asih yang sangat tinggi. Suka membantu orang lain, tanpa ada pamrih.

- Advertisement -

Teguh pada prinsip dan nilai-nilai kebenaran, satu karakter yang melekat padanya dan tidak bisa ditawar-tawar. Pantang menyerah dalam berjuang. Baginya, sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai. Pilihan-pilihan hidupnya di masa lalu menarik untuk kita ikuti. Hingga sampai hari ini dia dipercaya untuk menjadi juru tempa para pejuang maritim.

Menceritakan pergulatan hidup seseorang, ibarat menjahit kata-kata dari satu kalimat ke kalimat berikutnya, dari satu paragraf ke pargraf selanjutnya. Akhirnya jadilah sebuah cerita yang berhimpun menjadi sebuah buku yang indah dibaca. Demikian pula, perjalanan dan pergulatan hidup Andi Amrin Pettarani, kisahnya menarik dibaca dan diketahui banyak orang. Penulis bersyukur karena bisa menemui beberapa sahabat kecil Amrin di SD, SMP dan SMEA, guru, keluarga dan penulis melakukan napaktilas di SD dekat rumah Amrin di Konaweha dan SDN 1 Lambo Lemo, menyusul ke SMP Negeri Samaturu. Dari perjalanan penulisan Buku Biografi Andi Amrin Pettarani, menemui sejumlah tokoh di antaranya, Ketua DPRD Kolaka, Syaifullah Halik.

Kesulitan dan keterbatasan hidup yang dialami Amrin sejak kecil, membuatnya tangguh dan tahan banting menghadapi tantangan hidup. Hijrah ke Makassar setamat dari SMEA Negeri Konaweha, menuntut ilmu di tengah kerasnya gelobang kehidupan.

Dr.H.Andi Amrin Pettarani, S.E.M.M. “Melabuhkan Jangkar Impian” inilah jalan hidupnya, memilih jangkar adalah benda yang begitu identik dengan dunia maritim. Jangkar diturunkan agar kapal tetap “teguh pendiriannya”. Tidak goyah oleh gelombang samudra. Begitulah sejatinya satu cita-cita. Membuat kita tetap teguh di jalan pencapaian. Perjalanan penulis membersamai Direktur Polimarim AMI Makassar selama 48 jam menyusuri sepanjang tapak-tapak pergulatan hidup di mana ia lahir, tumbuh besar dan sukses menjadi orang pertama bergelar Doktor dari Konaweha, Kolaka Sulawesi Tenggara.

Benarlah, Asy-syarh, Ayat 6 Al-Quran “ Di Balik Kesulitan, Ada Kemudahan “. (Van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here