13 April, KKSS, Koalizi dan Yayasan Sadar Gizi Diskusi Virtual ‘Membangkitkan Solidaritas di Tengah Kesulitan’

0
151

PINISI.co.id- Sejak Jumat 10 April 2020, Pemerintah DKI Jakarta melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), hingga dua pekan kedepan untuk memutus mata rantai Covid-19. Pergerakan orang dibatasi bakal memberi efek negatif pada sektor ekonomi. Risikonya, banyak orang kehilangan pekerjaan dan akan kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Menurut Ketua Deaprtemen Kesehatan KKSS dr. Zaenal Abidin, pandemi Covid-19 tidak hanya menyebabkan kematian, akan tetapi berdampak pada perekonomian yang melambat bahkan nyaris lumpuh. Banyak perusahaan telah berhenti berproduksi dan karyawan diminta berkantor di rumah “Work From Home”.

“PSBB pilihan sulit, namun harus dilakukan, sebab sampai saat ini diyakini rantai penyebaran Covid-19 melalui kontak manusia. Untuk memutusnya maka kontak antarmanusia untuk sementara diperjarak dengan ketat,” katanya.

Untuk menjawab dan bagaimana menemukan jalan keluar dari situasi sulit ini, Departemen Kesehatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) bersama Komunitas Literasi Gizi (Koalizi) dan Yayasan Gema Sadar Gizi akan mengadakan diskusi virtual pada Senin 13 April 2020 dari rumah masing-masing.

Selain Zaenal, sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya menjawab dan memberi solusi dalam bincang-bincang online ini lewat tajuk “Membangkitkan Solidaritas Di Tengah Kesulitan”.

Pembicara Jumrana Salikki, yang dikenal sebagai pekerja seni, aktivis sosial dan kemanusiaan, dan juga Wakil Ketua Umum BPP KKSS akan menularkan  pengalamannya lewat tema  “Membantu Tidak Membuat Miskin”.

“Sesulit apapun kondisinya, orang tetap harus makan, solidaritas harus dibangun diantara sesama warga agar saling membantu. Tidak boleh ada satu orangpun disekitar kita yang tidak makan. Namun demikian, perlu diperhatikan apa yang dimakan bergizi dengan bahan yang murah dan ada dirumah setiap orang,” kata Jumrana.  

Kemudian Dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK, — pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadyah Jakarta, yang dieknal juga sebagai ahli gizi dan aktivis sosial dan kemanusiaan akan mengusung topik “Kebutuhan Gizi di Tengah Pandemik”.

Adapun moderator dipandu oleh Hasanuddin Gali, seorang akademisi dan pegiat sosial dan kemanusiaan. [Lip]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here